17 Terkaya Indonesia

Majalah ekonomi terkemuka dunia, Forbes, kembali mengeluarkan daftar 1.226 orang kaya sedunia. Dalam daftar itu, terdapat 17 pengusaha asal Indonesia.

Seperti dikutip VIVAnews dari laman Forbes, Kamis, 8 Maret 2012, posisi teratas pengusaha tanah air yang masuk dalam daftar Forbes tahun 2012 masih ditempati R Budi Hartono (71 tahun). Pengusaha yang besar di bisnis perbankan dan rokok ini berada berada di posisi 146 dunia. Budi Hartono mengantongi kekayaan hingga US$6,5 miliar (Rp58,5 triliun).

Kekayaan Budi Hartono ini sama dengan Leonid Fedun (55 tahun, Russia), Antonia Johnson (68 tahun, Swedia), Suleiman Kerimov (46 tahun, Russia), Joseph Lau (60 tahun, Hong Kong), Tsai Wan-tsai & Family (82, Taiwan), dan Zong Qinghou (66 tahun, China).

Menguntit di belakang Budi Hartono, adalah kakak kandungnya, Michael Hartono (72 tahun). Sama seperti saudaranya, Michael juga memperoleh kekayaan dari bisnis perbankan dan rokok dan dengan nilai US$6,3 miliar. Michael berada di posisi ke 157 daftar Forbes 2012.

Di posisi ketiga, peringkat teratas pengusaha Indonesia dalam daftar Forbes 2012 adalah Low Tuck Kwong (63 tahun). Pengusaha di bisnis pertambangan batu bara ini berada di peringkat 304 dunia dengan total kekayaan mencapai US$3,6 miliar.

Sementara pengusaha yang mengandalkan bisnis dari perkebunan kelapa sawit, Martua Sitorus (52 tahun), menduduki peringkat 377 Forbes 2012. Total kekayaan pengusaha pemilik bisnis Wilmar  ini mencapai US$3 miliar.

Pada posisi tertinggi kelima pengusaha Indonesia dalam daftar Forbes 2012 adalah Sukanto Tanoto (62 tahun). Pengusaha yang bergerak di berbagai aneka bisnis ini memiliki kekayaan hingga mencapai US$2,8 miliar. Dia ada di peringkat 418 dunia.

Berikut daftar orang Indonesia dalam daftar Forbes 2012:

No Pengusaha Kekayaan (US$) Peringkat
1 Budi Hartono 6,5 miliar 146
2 Michael Hartono 6,3 miliar 157
3 Low Tuck Kwong 3,6 miliar 304
4 Martua Sitorus 3,0 miliar 377
5 Sukanto Tanoto 2,8 miliar 418
6 Peter Sondakh 2,6 miliar 464
7 Achmad Hamami 2,2 miliar 578
8 Sri Prakash Lohia 2,0 miliar 634
9 Chairul Tanjung 2,0 miliar 634
10 Kiki Barki 1,7 miliar 764
11 Murdaya Poo 1,5 miliar 854
12 Edwin Soeryadjaya 1,4 miliar 913
13 Tahir 1,3 miliar 960
14 Hari Tanoesoedibjo 1,3 miliar 960
15 Garibaldi Thohir 1,2 miliar 1015
16 Theodore Rachmat 1,1 miliar 1075
17 Djoko Susanto 1,0 miliar 1153

Lihatlah foto orang – orang terkaya di Indonesia, di antara penduduk Indonesia yang berjumlah 244.775.796 jiwa :

1. R Budi Hartono

R. Budi Hartono lewat 2 perusahaan raksasa di Indonesia, BCA dan Djarum, masuk ke daftar orang terkaya di dunia tahun 2012 di posisi 146 dengan kekayaan mencapai $6,5 miliar.

2. Michael Hartono

Michael Hartono adalah saudara dari R. Budi Hartono. Perusahaan yang ia jalankan sama dengan saudaranya. Dengan kekayaan hingga $6,3 miliar, ia menempati posisi 157 di daftar ini.

3. Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong merupakan pengusaha batu bara yang lahir di Singapura. Dengan perusahaan Bayan Resources, Low Tuck Kwong menempati posisi urutan 304 dengan nilai total kekayaan mencapai $3,6 milliar.

4. Martua Sitorus

Martua Sitorus yang baru-baru ini disebut akan diperiksa PPATK terkait dugaan penunggakan pajak masuk dalam daftar orang terkaya di dunia pada posisi 377 dengan total kekayaan mencapai $ 3 miliar lewat perusahaan Wilmar International.

5. Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto amat sukses dengan bisnis Raja Garuda Mas-nya. Dengan kekayaan kurang lebih $2,8 miliar, ia mendapat urutan 418 di daftar keluaran Forbes.

6. Peter Sondakh

Peter Sondakh yang merupakan pendiri perusahaan raksasa Rajawali Group berhasil masuk ke daftar Forbes tahun ini dengan kekayaan mencapai $2,6 miliar. Peter menempati posisi 464 dalam daftar.

7. Achmad Hamami dan keluarga

Achmad Hamami merupakan mantan anggota TNI yang sukses dalam dunia bisnis lewat perusahaan Trakindo. Bersama keluarganya, Achmad masuk ke dalam daftar Forbes di posisi 578 dengan nilai kekayaan $2,2 miliar.

8. Sri Prakash Lohia

Nilai kekayaan pendiri Indorama sebesar $2 miliar membuatnya menempati posisi nomor 634 di daftar orang terkaya di dunia keluaran Forbes tahun 2012.

9. Chairul Tanjung

Chairul Tanjung lewat perusahaan CT Group mencatatkan diri dalam daftar Forbes di urutan yang sama dengan Sri Prakash Lohia karena total kekayaan yang sama yaitu $2 miliar. Dua stasiun TV terbesar di Indonesia, Trans TV dan Trans7 dimiliki oleh pengusaha lulusan fakultas kedokteran gigi ini.

10. Kiki Barki

Kiki Barki dengan Harum Energy berhasil masuk ke jajaran top orang terkaya di Indonesia dengan nilai total kekayaan mencapai $1,7 miliar.

Selain kesepuluh orang tersebut, ada 7 orang lain yang masuk ke daftar Forbes tahun 2012 antara lain Murdaya Poo (posisi 854 – kekayaan $1,5 miliar), Edwin Soeryadjaya (913 – $1,4 miliar), Tahir (960 – $1,3 miliar), Hary Tanoesoedibjo (960 – $1,3 miliar), Garibaldi Thohir ( 1015 – $1,2 miliar), Theodore Rachmat (1075 – $1,1 miliar), dan Djoko Susanto (1153 – $1 miliar).

Ini adalah contoh sikap pengusaha terhadap pajak di negeri Indonesia

Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun?

Jakarta, Jaya Pos – Sudah delapan bulan sejak dilaporkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung), kasus restitusi pajak Wilmar Group senilai Rp 7,2 triliun tidak jelas. Lembaga Adhyaksa dinilai hanya berani mengungkap kasus-kasus receh seperti Dhana Widyatmika, namun tak berani mengusut kasus kakap.

Panitia Kerja (Panja) Pemberantasan Mafia Pajak dari Komisi III DPR berang atas ketidakjelasan kasus yang melilit PT Wilmar Nabati Indonesia (WNI) dan PT Multimas Nabati Asahan (MNA) milik konglomerat Martua Sitorus. “Kasus itu sudah delapan bulan mengendap di kejaksaan.

Orangnya sudah hampir tersangka, tapi kurang jelas arahnya. Jangan hanya berani yang kecil-kecil, yang kakap juga dong,” ungkap anggota Panja dari Fraksi Partai Demokrat, Edy Ramli Sitanggang kepada Jaya Pos di Jakarta, Kamis (15/3) lalu.

Skandal pajak Wilmar Group dilaporkan oleh seorang pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak M. Isnaeni ke komisi III DPR beberapa bulan lalu. Ada indikasi direksi PT Wilmar dan anak usahanya, PT MNA merekayasa laporan transaksi jual-beli demi mendapatkan restitusi.

Setelah diselidiki, ada empat modus penggelapan pajak yang dilakukan Wilmar Group. Pertama dengan mendirikan beberapa perusahaan di wilayah berbeda yang memiliki kegiatan usaha di bidang sawit (perdagangan, minyak goreng, dan turunannya).

Kedua, melakukan transaksi fiktif diantara perusahaan dalam grup, merekayasa la­poran keuangan, dan me­lakukan transfer ­pri­cing ­antar­grup.

Ketiga, memiliki izin kawasan berikat yang dilakukan untuk mempermudah tran­saksi antargrup. ­Keem­pat, bekerja sama dengan ok­num Direktorat Jenderal Pajak dan menggunakan faktur pajak fiktif yang dimanfaatkan untuk proses restitusi pajak pertambahan nilai.

Sepak Terjang Martua

Martua Sitorus merupakan pengusaha keturunan China di Indonesia yang diberi marga Sitorus. Nama aslinya adalah Thio Seng Hap dan dipanggil A Hok. Martua lahir 49 tahun lalu di Pematang Siantar, Sumatra Utara. Sarjana ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen Medan  itu empat tahun terakhir, namanya bertengger di papan orang terkaya di dunia versi majalah Forbes.

Awalnya Martua bekerja di PT Musim Mas Medan di pabrik es. Karena orangnya rajin dan mampu mengembangkan usaha Musim Mas, bos usaha perdagangan minyak sawit mentah dan sabun cuci itu, Karim, memercayakan penjualan sabun dan minyak sawit mentah kepada Martua.

Martua memulai karir bisnisnya sebagai pedagang minyak sawit dan kelapa sawit di Indonesia dan Singapura. Bisnisnya berkembang pesat karena Kwok Bersaudara terutama William Kwok memasok modal dan memberikan kepercayaan penuh kepada Martua mengembangkan dan mengendalikan bisnisnya di Indonesia.

Ia melebarkan sayapnya dengan bendera Wilmar (singkatan dari William Kwok dan Martua) International Limited. Perusahaan agrobisnis terbesar di Asia ini merupakan perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Singapura. Di Indonesia, Wilmar memiliki sekitar 48 perusahaan. Salah satunya adalah PT Multimas Nabati Asahan, yang memproduksi minyak goreng bermerek Sania.

Sumber Jaya Pos mengungkapkan bahwa Wilmar sekarang sudah menetap di luar negeri dengan membawa uang hasil ‘rampokannya’.  Wilmar juga disebut sudah mengganti kewarganegaraannya dan menetap di sebuah negara di benua Eropa. Namun sekalipun Wilmar telah ngacir ke luar negeri, masih banyak aset perusahaannya bernilai trilyunan rupiah.

Masih menurut sumber ini, Wilmar Group kini dikendalikan seorang adik Martua. Selain itu, MP Tumanggor mantan Bupati Dairi, juga merupakan orang penting dalam Wilmar Group. Dari kedua orang ini dapat diungkap kejahatan pajak yang dilakukan Wilmar Group.

Jaya Pos mencoba menghubungi MP Tumanggor untuk mendapatkan keterangan seputar masalah yang melilit Wilmar Group, namun telepon seluler mantan bupati tersebut sibuk.

Desakan Panja

Penuntasan kasus pengemplangan pajak oleh Wilmar Group terus mendapat desakan khususnya dari Panja Pemberantasan Mafia Pajak. Aziz Syamsudin dari Fraksi Golkar menyerukan penegak hukum jangan hanya fokus pada kasus Dhana Widyatmika dan Ajib Hamdani.

Skandal dari dua perusahaan raksasa ini, kata dia harus segera ditelusuri karena memakan uang negara yang tak sedikit. “Uangnya Dhana mah kecil, tapi kasus itu yang lebih banyak, sampai triliun. Kasus DW belum seberapa. Jangan kita dininabobokkan dengan masalah Dhana saja. Usut juga kasus Wilmar dan PT MNA ini,” tegasnya.

Azis juga mempertanyakan Ditjen Pajak, yang tidak menindaklanjuti laporan Isnaeni ini hingga ia melaporkannya ke Komisi III. Padahal, kata dia, laporan Isnaeni ini juga penting untuk memperbaiki internal Ditjen Pajak. “Kenapa Dirjen Pajak tidak respon surat Isnaeni itu. Surat sudah 8 bulan kenapa tidak cepat direspon. Malah Komisi III yang diberikan surat ini. Ada apa, kenapa tidak direspon,” tutur Azis.

Tjatur Sapto Edy dari Fraksi PAN menyatakan, bukan berarti kasus dugaan korupsi Dhana Widyatmika dan Ajib Hamdani tak perlu diusut. Namun, ia mengingatkan agar Ditjen Pajak dan penegak hukum bahu-membahu untuk menelusuri mega skandal lainnya. Panja berharap dalam pertemuan dengan PPATK, Bareskrim dan Ditjen Pajak, kasus dugaan skandal ini dapat segera dituntaskan.

“Kasus Dhana juga harus ditelusuri hingga tuntas.

Kami berharap Ditjen Pajak juga bisa segera usut siapa saja dari internal yang terlibat dalam skandal Wilmar dan PT MNA dan kasus ini juga harus segera dituntaskan,” pungkas Tjatur. L30 P1000

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s